Informasi Publik SKPA PPID : Sekretariat Baitul Mal Aceh
 struktur Organisasi

 2021-03-17
 Berkala
 Ringkasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2021

 2021-03-15
 Berkala
 Rencana Kerja (renja) 2021

 2021-03-15
 Berkala
 Laporan LKJ atau LAKIP 2020

 2021-03-15
 Berkala
 Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2021

 2021-03-15
 Berkala
 CALK

Laporan Realisasi Anggaran LRA13 dan LRA 64

 2020-11-12
 Berkala
 Laporan Arus Kas

Laporan LO dan LPE

 2020-11-12
 Berkala
 6. PPID Ringkasan Informasi Pekerjaan BMA 2019

PPID Ringkasan Informasi Pekerjaan BMA 2019

 2020-11-11
 Berkala
 Renja (rencana kerja) SKPA tahun 2020

Renja (rencana kerja) SKPA tahun 2020

 2020-11-11
 Berkala
 Lakip tahun 2019

Lakip tahun 2019

 2020-11-11
 Berkala
 Ringkasan DPA Refocusing tahun 2020

Ringkasan DPA Refocusing tahun 2020

 2020-11-11
 Berkala
 Daftar Asset tahun 2019

Daftar Asset tahun 2019

 2020-11-11
 Berkala
 Neraca

Neraca

 2020-11-11
 Berkala
  Realisasi Anggaran

Realisasi Anggaran

 2020-11-11
 Berkala
 Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2020 Baitul Mal Aceh

Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2020 Baitul Mal Aceh

 2020-03-19
 Berkala
 DIP Baitul Mal Aceh

DIP Baitul Mal Aceh

 2020-03-04
 Berkala
 RENJA BAITUL MAL ACEH 2020

RENJA tahun 2020

 2020-01-17
 Berkala
 Ini 15 Besar Calon Anggota Badan BMA

BANDA ACEH – Sebanyak 15 peserta calon anggota Badan BMA ditetapkan lulus psikotes, baca Quran, dan wawancara dari 45 peserta yang mengikuti ujian tersebut. Nama-nama yang masuk 15 besar tersebut nantinya akan diserahkan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Ketua Tim Independen Seleksi Calon Keanggotaan Badan BMA, Prof Alyasa’ Abubakar, MA mengatakan ke-15 calon yang lulus seleksi tersebut akan dipilih sebanyak 8 orang untuk dikasih ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) oleh plt gubernur Aceh. Pihak dewan akan memilih lagi sebanyak 5 orang dan diserahkan ke gubernur Aceh kembali untuk dilantik sebagai anggota BMA masa kerja tahun 2020-2025. “Tugas kita sebagai tim independen seleksi anggota BMA sudah selesai. Kita sudah memilih 15 besar putra-putri terbaik Aceh dari 417 pendaftar, selanjutnya pihak gubernur dan DPRA yang akan mememilih,” ungkap guru besar Pascasarjana UIN Ar-Raniry tersebut di Banda Aceh, Minggu (25/12/2019). Ia berharap dengan terpilihnya 15 besar calon anggota Badan BMA yang dianggap berkompeten, pihak pemerintah Aceh bersama legislatif dapat memilih yang terbaik untuk memimpin Badan Baitul Mal Aceh ke depan. Artinya siapa pun yang dipilih dari 15 orang tersebut merupakan orang-orang hebat yang sudah mengikuti beberapa tahapan seleksi. Sementara itu Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan pihaknya bersyukur dan berterima kasih kepada semua panitia baik tim independen seleksi maupun panitia teknis yang telah bekerja siang dan malam untuk kesuksesan seleksi ini. Bahkan ada yang harus lembur sampai pukul 00.00 WIB untuk menunggu batas penutupan pendaftaran. “Kita tetap optimis dan yakin bahwa nama-nama yang masuk 15 besar merupakan orang-orang terbaik yang sudah lulus ujian tim independen seleksi calon anggota Badan BMA. Dan siapa pun 5 orang yang terpilih nanti, pihaknya dengan senang hati menyambutnya,” ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol tersebut. Ia berharap dengan terpilihnya pimpinan Badan BMA nanti, Baitul Mal Aceh akan semakin kredibel, amanah, dan memberikan manfaat kepada masyarakat, sehingga cita-cita pemerintah Aceh ingin menurunkan angka kemiskinan segera terwujud. Berikut nama-nama calon anggota Badan BMA yang masuk 15 besar:

 2020-01-02
 Berkala
 45 Calon Anggota Badan BMA Ikuti Psikotes, Baca Quran, dan Wawancara

BANDA ACEH – Sebanyak 45 calon anggota Badan Baitul Mal Aceh (BMA) yang ditetapkan lulus ujian tulis mengikuti psikotes, baca Quran, dan wawancara sejak tanggal 18 – 20 Desember 2019 di Hotel Grand Permata Hati, Kota Banda Aceh. Ketua Tim Independen Seleksi Calon Keanggotaan Badan BMA, Prof Alyasa’ Abubakar, MA mengatakan ke-45 calon tersebut hadir semua mengikuti ketiga ujian tersebut. Untuk psikotes dilaksanakan selama sehari penuh sedang uji baca Quran dan wawancara dilaksanakan selama dua hari. “Saya perhatikan ke-45 calon yang sudah masuk ke tahap psikotes, baca Quran, dan wawancara semua potensial mengisi kursi pimpinan BMA, namun tetap akan dipilih lima orang yang terbaik nantinya,” ujar Prof Alyasa’, Kamis (19/12/2019). Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan sampai sejauh ini proses seleksi calon anggota Badan BMA masih berjalan lancar. Setiap tahap akan selalu diumumkan melalui media massa atau website resmi Baitul Mal Aceh. “Artinya kita dari panitia tetap mengedepankan keterbukaan kepada publik terkait seleksi ini, tidak ada yang ditutup-tutupi,” ungkap Rahmad. Untuk diketahui, keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh tahun 2020-2025 akan dipimpin oleh lima orang pimpinan, satu di antaranya menjabat sebagai ketua. Selain lima orang pimpinan, mereka juga akan dibantu oleh tenaga-tenaga profesional yang telah berpengalaman di bidang pengembangan dan pengelolaan zakat. “Ke depan setiap kebijakan di Baitul Mal Aceh akan diputuskan oleh lima pimpinan tersebut,

 2020-01-02
 Berkala
 Ini 15 Besar Calon Anggota Badan BMA

BANDA ACEH – Sebanyak 15 peserta calon anggota Badan BMA ditetapkan lulus psikotes, baca Quran, dan wawancara dari 45 peserta yang mengikuti ujian tersebut. Nama-nama yang masuk 15 besar tersebut nantinya akan diserahkan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Ketua Tim Independen Seleksi Calon Keanggotaan Badan BMA, Prof Alyasa’ Abubakar, MA mengatakan ke-15 calon yang lulus seleksi tersebut akan dipilih sebanyak 8 orang untuk dikasih ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) oleh plt gubernur Aceh. Pihak dewan akan memilih lagi sebanyak 5 orang dan diserahkan ke gubernur Aceh kembali untuk dilantik sebagai anggota BMA masa kerja tahun 2020-2025. “Tugas kita sebagai tim independen seleksi anggota BMA sudah selesai. Kita sudah memilih 15 besar putra-putri terbaik Aceh dari 417 pendaftar, selanjutnya pihak gubernur dan DPRA yang akan mememilih,” ungkap guru besar Pascasarjana UIN Ar-Raniry tersebut di Banda Aceh, Minggu (25/12/2019). Ia berharap dengan terpilihnya 15 besar calon anggota Badan BMA yang dianggap berkompeten, pihak pemerintah Aceh bersama legislatif dapat memilih yang terbaik untuk memimpin Badan Baitul Mal Aceh ke depan. Artinya siapa pun yang dipilih dari 15 orang tersebut merupakan orang-orang hebat yang sudah mengikuti beberapa tahapan seleksi. Sementara itu Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan pihaknya bersyukur dan berterima kasih kepada semua panitia baik tim independen seleksi maupun panitia teknis yang telah bekerja siang dan malam untuk kesuksesan seleksi ini. Bahkan ada yang harus lembur sampai pukul 00.00 WIB untuk menunggu batas penutupan pendaftaran. “Kita tetap optimis dan yakin bahwa nama-nama yang masuk 15 besar merupakan orang-orang terbaik yang sudah lulus ujian tim independen seleksi calon anggota Badan BMA. Dan siapa pun 5 orang yang terpilih nanti, pihaknya dengan senang hati menyambutnya,” ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol tersebut. Ia berharap dengan terpilihnya pimpinan Badan BMA nanti, Baitul Mal Aceh akan semakin kredibel, amanah, dan memberikan manfaat kepada masyarakat, sehingga cita-cita pemerintah Aceh ingin menurunkan angka kemiskinan segera terwujud. Berikut nama-nama calon anggota Badan BMA yang masuk 15 besar:

 2020-01-02
 Berkala
 LAPORAN PENGELOAAN ZIS BAITUL MAL ACEH 2017

LAPORAN PENGELOAAN ZIS BAITUL MAL ACEH 2017 Mengenai kinerja Baitul Mal Aceh tahun 2017.

 2019-11-08
 Berkala
 Daftar Laporan Tahunan / Keuangan : 2016

LAPORAN PENGELOAAN ZIS BAITUL MAL ACEH 2016 Mengenai kinerja Baitul Mal Aceh tahun 2016.

 2019-11-08
 Berkala
 Daftar Laporan Tahunan / Keuangan : 2015

Adapun Dokumen yang dapat dibagikan adalah sebagai berikut : LAPORAN PENGELOAAN ZIS BAITUL MAL ACEH 2015 Mengenai kinerja Baitul Mal Aceh tahun 2015.

 2019-11-08
 Berkala
 RENCANA STARTEGIS 2017-2022

Berisi tentang perencanan kinerja Baitul Mal Aceh mulai tahun 2017 hingga 2022.

 2019-11-08
 Berkala
 RENCANA KERJA 2018

Berisi tentang perencanan kinerja Baitul Mal Aceh yang merupakan tindak-lanjut dalam mencapai target kinerja Baitul Mal Aceh pada tahun 2018.

 2019-11-08
 Berkala
 RENCANA KERJA Tahun 2017

Berisi tentang perencanan kinerja Baitul Mal Aceh yang merupakan tindak-lanjut dalam mencapai target kinerja Baitul Mal Aceh pada tahun 2017.

 2019-11-08
 Berkala
 LAPORAN KINERJA Tahun 2018

Mengenai perencanan kinerja Baitul Mal Aceh tahun 2018 yang merupakan tindak-lanjut dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Baitul Mal Aceh.

 2019-11-08
 Berkala
 LAPORAN KINERJA Tahun 2017

Mengenai perencanan kinerja Baitul Mal Aceh tahun 2017 yang merupakan tindak-lanjut dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Baitul Mal Aceh.

 2019-11-08
 Berkala
 INDIKATOR KINERJA UTAMA SEKRETARIAT BAITUL MAL ACEH

Mengenai Indikator Kinerja Utama Pada Sekretariat Baitul Mal Aceh dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemerintah Aceh.

 2019-11-08
 Berkala
 LAPORAN TAHUNAN BAITUL MAL ACEH 2015

LAPORAN TAHUNAN BAITUL MAL ACEH 2015

 2019-02-25
 Berkala
 LAPORAN TAHUNAN BAITUL MAL ACEH 2016

LAPORAN TAHUNAN BAITUL MAL ACEH 2016

 2019-02-25
 Berkala
 LAPORAN TAHUNAN BAITUL MAL ACEH 2017

LAPORAN TAHUNAN BAITUL MAL ACEH 2017

 2019-02-25
 Berkala
 DAFTAR ASET REKAPITULASI BUKU INVENTARIS TAHUN 2014

DAFTAR ASET REKAPITULASI BUKU INVENTARIS TAHUN 2014

 2015-11-12
 Berkala
 Baitul Mal Directory 2012

Berisi tentang profil Baitul Mal Kabupaten/Kota, Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah pada tahun 2012 dan data lainnya.

 2014-09-15
 Berkala
 Baitul Mal Directory 2011

Buku yang berisi profil Baitul Mal Kabupaten/Kota, Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) pada tahun 2011

 2014-09-15
 Berkala
 Ringkasan Laporan Keuangan Tahun 2019

Ringkasan laporan keuangan tahun 2019 kata pengantar

 2020-11-11
 Serta merta
 BAITUL MAL DIRECTORY TAHUN 2019

Mengenai Data Pengelolaan zakat di seluruh Aceh pada tahun 2019 dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemerintah Aceh.

 2020-01-17
 Serta merta
 Kontribusi Zakat dalam Mencerdaskan Umat

Kontribusi Zakat dalam Mencerdaskan Umat

 2020-01-17
 Serta merta
 Kontribusi Zakat dalam Mencerdaskan Umat

Dr Yusuf Qardhawi, seorang cendekiawan muslim asal Mesir dalam bukunya Hukum Zakat, menyatakan secara tegas, seandainya kaum muslimin melaksanakan kewajiban zakat sebagai rukun agama, tentu di kalangan umat tidak akan ditemukan lagi orang-orang yang hidupnya sengsara. Ia menitikberatkan betapa besar peran zakat dalam menekan angka kemiskinan dan mengembalikan kekuatan ekonomi umat Islam. Jika saja zakat telah dikumpulkan dengan jumlah banyak, lalu bagaimana pengelolaannya, apakah dibagi-bagi sampai habis dalam bentuk konsumtif? Tentu tidak. Maka diperlukan model pemberdayaan yang bisa bermanfaat untuk tujuan jangka panjang. Artinya, zakat benar-benar berfungsi sebagai alat transformasi mustahik menjadi muzaki. Itulah sebenarnya hakikat dari zakat, yaitu membuat yang kurang menjadi cukup dan yang miskin menjadi kaya. Program pemberdayaan zakat bisa dilakukan dalam bentuk pemberian beasiswa penuh atau biaya pendidikan bagi putra-putri dari keluarga miskinan. Model pemberdayaan tersebut telah dilakukan Baitul Mal Aceh (BMA). BMA memiliki kewenangan menghimpun dan mengelola zakat di Aceh. Begitu pula dalam praktiknya, pendayagunaan zakat yang dilakukan pun tidak selalu bersifat konsumtif, namun banyak juga program zakat yang bersifat produktif. Salah satu program zakat produktif BMA yaitu pemberian beasiswa. Dengan ini, putra-putri Aceh diharapkan mendapatkan pendidikan yang memadai layaknya generasi muda lainnya. Program zakat dalam bentuk beasiswa ini menjadi perhatian BMA, mengingat Aceh masih berstatus sebagai provinsi miskin. BMA setiap tahun menggarkan dana zakat untuk sektor pendidikan mencapai 37 persen. Dengan hadirnya pemberdayaan bidang pendidikan ini, setidaknya membantu mengurangi angka kemiskinan jangka panjang. Berdasarkan Laporan Penyaluran Zakat BMA Tahun 2018, dana zakat yang tersalurkan sebesar Rp 41,7 miliar, sekitar 37 persen dana zakat digelontorkan untuk beasiswa. Penyaluran tersebut dibagi ke dalam tujuh senif zakat sesuai dengan Keputusan Dewan pertimbangan Syari’ah (DPS) BMA yaitu; senif fakir, miskin, amil, mualaf, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Dari tujuh senif tersebut, beasiswa dan biaya pendidikan ditempatkan pada dua senif yaitu senif mualaf dan ibnu sabil dan terbagi beberapa kegiatan yaitu, beasiswa penuh dan bantuan pendidikan. Beasiswa penuh yaitu menanggung semua biaya mulai dari SPP, biaya tempat tinggal, dan kebutuhan-kebutuhan mustahik lainnya sebagai penunjang pendidikan, seperti seragam sekolah dan uang jajan. Sedangkan bantuan pendidikan berupa beasiswa sekali kasih, setahun hanya mendapatkan sekali saja. Melalui kegiatan tersebut, hingga tahun 2018, BMA telah membantu 2.476 putra-putri Aceh. Tahun 2018 BMA memberikan Beasiswa Penuh Tahfiz Quran tingkat SMP dan SMA 30 orang, Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) 20 orang mahasiswa baru dan 104 lanjutan tahun 2016 dan 2017. Selanjutnya, kegiatan beasiswa penuh anak muallaf tingkat SMP dan SMA sebanyak 29 orang dan 72 lanjutan tahun 2015, 2016, dan 2017. Kemudian, beasiswa penuh tingkat mahasiswa D3/S1 untuk anak muallaf (lanjutan kegiatan 2017) sebanyak 8 orang dan Bantuan Pendidikan Berkelanjutan bagi anak muallaf tingkat SD/ MI, SMP/MTs, SMA/MA di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sebanyak 111 orang. Sedangkan biaya pendidikan, beasiswa bagi santri se-Aceh sebanyak 1.000 orang, bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa S1 dan D3 dari keluarga miskin yang sedang menyelesaikan studi sebanyak 285 mahasiswa, bantuan biaya pendidikan berkelanjutan bagi siswa/santri berprestasi tingkat SD/MI, SMP/MTs & SMA/MA lanjutan program 2017 sebanyak 618 orang, Bantuan Biaya Pendidikan Berkelanjutan siswa/santri Tahfi dh Al-Quran sebanyak 300 orang. Tidak mewarisi kemiskinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMA, Drs Mahdi Ahmadi MM mengatakan, pemberian beasiswa kepada putra-putri Aceh merupakan bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam penurunan angka kemiskinan. Selain itu, sebagai bentuk dukungan pengurangan angka putus sekolah bagi generasi muda Aceh. Penerima beasiswa ini juga sesuai ketentuan syariat yaitu mereka dari keluarga yang berekonomi lemah. Sehingga, dapat membantu meringankan beban keluarga miskin dalam memenuhi hak pendidikan untuk anak-anaknya. “Dengan adanya program-program beasiswa ini, nantinya anak-anak fakir miskin tidak lagi mewarisi kemiskinan dari orang tuanya,” katanya. Mahdi menjelaskan, penerima beasiswa tersebut akan menjadi orang sukses, mampu bekerja, dan mampu menciptakan lapangan kerja, sehingga ketika pendapatan mereka mapan, mampu membayar zakat (menjadi muzaki). Sementara Kepala Sekretariat BMA, Muhammad Iswanto, S.STP, MM mengatakan, pihaknya terus mendukung fasilitas dan dan anggaran operasional untuk kelancaran program zakat BMA. “Kita membangun sinergisitas dengan pimpinan, baik internal maupun eksternal, agar kita dapat minimalisir kendala-kendala yang ada, sehingga program-program di Baitul Mal Aceh terlaksana dengan baik,” katanya. Ia berharap, dengan qanun Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal yang baru disahkan, BMA memiliki kewenangan untuk mengontrol lembaga amil swasta yang mengelola zakat dan infak di Aceh. Lembaga amil swasta tersebut diminta untuk berkoordinasi dengan Baitul Mal, sehingga program-program yang dijalankan sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Aceh. Terakhir, Iswanto mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayai zakatnya disalurkan melalui BMA. BMA akan menjaga kredibilitas, sehingga visi dan misi Pemerintah Aceh mewujudkan Aceh Carong dan Aceh Meuadab melalui progam bantuan pendidikan dapat terwujud. [Hayat]

 2020-01-17
 Serta merta